Berubah dan mengubah adalah hak prerogatif Tuhan. Aku bisa apa? Aku gatau akan ada perubahan itu atau ga, gatau mau ditunggu sampai kapan juga kan?
Aku memang seharusnya berhenti meminta dia untuk berubah. Dia bahkan udah protes untuk ga disangkutpautkan dengan perubahan. Ntah akunya yg takut dengan ketidakpastian, atau aku terlalu egois, atau ada hal yang lain aku pun gatau pasti.
Hubungan yang dipenuhi ketakutan gabaik sih, apakah hubunganku dipenuhi ketakutan? Gampangnya sih aku memang agak takut dengan ketidakpastian hubungan ini. Tapi bukannya semua hubungan bisa tidak pasti kan? Yg sesama muslim juga bisa gajadi nikah? Ya ini alasannya sebenernya udah ada di depan mata sih. Kalo kata gigi kita siap nerima kondisi pasangan kita yg sekarang ga? Gausah muluk2 dia berubah a b c, sekarang aja diterima ga? Kalo ga diterima yaudah gausah, buang2 waktu :")
Tidak ada komentar:
Posting Komentar