Lambat laun aku bersyukur mengenalnya
Mengajarkanku arti kerja keras, rasa bersyukur dan yang pasti percaya dan selalu mengingat Tuhan
meski Tuhan kita berbeda
Kamis, 30 Agustus 2018
Rabu, 29 Agustus 2018
rasa damai dan senyum yang tersungging di bibirku sirna, ketika ada rasa yang menarikku menjauhi apa yang kusebut tenang. ya, perasaan yang kugadang-gadangkan saat ini menjadi sesuatu yang entah, sulit kudeskripsikan hanya saja menimbulkan ketidaktenangan. bagai spektrum dengan nilai 10 untuk tenang dan 0 untuk tidak tenang, aku merasa berada di titik 0. minus bahkan.
hingga saat ini aku tak tahu ini apa, hanya sekarang aku membencinya. aku menepis tak mungkin menjangkaunya secara fisik maupun .... rohani?
aku tak tau apa yang aku pikirkan. apa benar aku jatuh cinta pada sosok yang sudah jelas jauh secara fisik dan segala-gala gala galanya. atau ini tidak sampai tahap jatuh cinta karena rasionalisasiku masih ada?
jika benar aku jatuh cinta, bagaimana bisa? fisiknya? imannya? ya, ia beriman untuk Tuhan yang berbeda. sudah cukup kan justifikasi untuk tidak melanjutkannya?
baik, aku sadar sepertinya aku benar jatuh cinta. dan overthinking-ku memperburuk keadaan, karena aku merasa perasaan yang tidak timbul di suatu momen yang pantas untuk timbul pasti bukan suatu kebetulan
Sadar, baru saja kau bilang tentang hidup dengan ekspektasi rendah karena yang membuat sakit hati adalah ekspektasi. So just live that way, sist.
hingga saat ini aku tak tahu ini apa, hanya sekarang aku membencinya. aku menepis tak mungkin menjangkaunya secara fisik maupun .... rohani?
aku tak tau apa yang aku pikirkan. apa benar aku jatuh cinta pada sosok yang sudah jelas jauh secara fisik dan segala-gala gala galanya. atau ini tidak sampai tahap jatuh cinta karena rasionalisasiku masih ada?
jika benar aku jatuh cinta, bagaimana bisa? fisiknya? imannya? ya, ia beriman untuk Tuhan yang berbeda. sudah cukup kan justifikasi untuk tidak melanjutkannya?
baik, aku sadar sepertinya aku benar jatuh cinta. dan overthinking-ku memperburuk keadaan, karena aku merasa perasaan yang tidak timbul di suatu momen yang pantas untuk timbul pasti bukan suatu kebetulan
Sadar, baru saja kau bilang tentang hidup dengan ekspektasi rendah karena yang membuat sakit hati adalah ekspektasi. So just live that way, sist.
aku akan mengawalinya dengan sebutan ketenangan, sehingga ketika nantinya aku kembali membaca, aku dapat mengingat dengan jelas rasa yang aku rasakan saat ini.
Ada rasa yang muncul entah
dari mana
tak ada sua
hanya...
ada
dan langsung menyapa
Kutahu tak mungkin bisa
namun tetap saja...
entah mengapa,
ada ketenangan yang ia bawa
dan jatuh
tepat di sana
perasaan ini bodoh
namun aku suka
mengenalpun tak mungkin kurasa
yang kutahu seperti ada titipan darinya
untuk kujaga dengan selalu bahagia
Saat Asian Games Bulutangkis
26 Agustus 2018
Seuntai kata yang aku tuliskan untuk menggambarkan perasaan tidak jelas yang aku rasakan. Aku pernah melihatnya, namun entah apa rasa yang kemudian datang, berbeda. Pun saat 'kemudian' aku melihatnya, tidak ada suatu yang spesial dari dirinya. Tidak sedang memenangkannya. atau apapun yang membuat kharismanya ada. Yang kutahu hanya ada ketenangan saat kumelihatnya. Aku jadi berpikir, mengapa rasa tenang ini tak muncul ketika aku pertama kali melihatnya? apakah ada suatu pertanda?
Selasa, 07 Agustus 2018
sebuah perasaan rindu yang menyelinap
namun dia tidak sendu
namun tidak juga meragu
perasaan yang menyusup
anehnya, memberikan ketenangan
walau dengan lantang diteriaknya
aku rindu
semua bermula dari ketertarikan pada suatu kisah. mengantarkanku pada rupa-rupa yang kukagumi. hingga menuntunku pada kilas balik sebuah rasa kagum. yang imajiner. yang tidak nyata.
sehari kubiarkan perasaan ini ada. hingga akhirnya. tarikan imajiku semakin dalam. membawa ingatanku pada suatu yang lebih nyata. dan benar saja. rinduku masih terpanggil untuknya. walau kadang ada kadang tidak.
namun dia tidak sendu
namun tidak juga meragu
perasaan yang menyusup
anehnya, memberikan ketenangan
walau dengan lantang diteriaknya
aku rindu
semua bermula dari ketertarikan pada suatu kisah. mengantarkanku pada rupa-rupa yang kukagumi. hingga menuntunku pada kilas balik sebuah rasa kagum. yang imajiner. yang tidak nyata.
sehari kubiarkan perasaan ini ada. hingga akhirnya. tarikan imajiku semakin dalam. membawa ingatanku pada suatu yang lebih nyata. dan benar saja. rinduku masih terpanggil untuknya. walau kadang ada kadang tidak.
Rabu, 01 Agustus 2018
Hari ini tepat seminggu menjelang hari yg mengajarkanku bahwa manusia memang hanya tempatnya berencana Tuhan yang menentukan.
Perjalanan 6 bulan lalu mengajarkanku pada letih, tangis, kerja keras, dan tak apa yang penting ikhlas. Termasuk untuk sebuah harapan yang dicapai sebelum usia 21... Yah sudahlah, apapun yang terbaik yang Tuhan berikan. Aku terima. Aku sayang Tuhan.
Perjalanan 6 bulan lalu mengajarkanku pada letih, tangis, kerja keras, dan tak apa yang penting ikhlas. Termasuk untuk sebuah harapan yang dicapai sebelum usia 21... Yah sudahlah, apapun yang terbaik yang Tuhan berikan. Aku terima. Aku sayang Tuhan.
Langganan:
Postingan (Atom)