Sabtu, 25 November 2017

Nasa #1

Ingin kukabarkan tentang perasaan yang sedang kusanggah karena aktifnya hanya pada sore hari
padahal sore hari adalah aktif aktifnya otak. apa ini rasa atau pikir?
Sosok yang entah, tak spesial awalnya. Kagum yang sekedar kagum akan parasnya. Namun luluh lantah ketika kepribadian terkuak, dan
tembok menjulang.
Entah siapa yang harus disalahkan tentang peras-
bukan, tentang pikiran ini
dua tahun, tidak ada apa apa
kemudian kembali
disaat yang entah tepat atau tidak
namun yang jelas satu
pada orang yang tidak tepat
kenapa dia
haha
bodoh

tampikanku semakin keras
eh
harapku semakin keras, awalnya
entah apa yang membuatnya menyusup ke kaumku
sekedar menghormati?
belajar lebih jauh?
atau mencoba mengerti aku dan kaumku?
haha ilusi
fantasi
imajinasi

namun pikirku masih kuat
kutampik semua
sampai saat ini kuyakin terjadi pertarungan besar di dalam diriku

namun kemarin berbeda
diam
saling diam
kujuga memutuskan tuk diam
kutak ingin terlihat mencinta sendirian
padahal kuyakin begitulah adanya haha
bodoh

kudiam juga
hanya sekenanya
hanya sepentingnya
entah penting tidaknya kuukur darimana
semoga benar benar penting, sehingga tidak ada yang merasa terganggu

kupikir kita saling terganggu
atau
dia terganggu
hingga mundur

atau entah apa yang ada dipikiranmu
kumasih tak tahu

yang kuingat hanya selalu ada ucapmu untuk melayanimu
'bantu aku'
'tolong aku'
'tulisin aku'

kau tau,
pikir dan rasaku tersambut
entah apakah aku yang terlalu mudah
atau
mungkin memang aku yang
terlalu mudah
untuk kagum
untuk senang
untuk tersambut
untuk jatuh cinta
dan untuk kau bodohi

Rabu, 14 Juni 2017

bisikmu mengusik
membingkai relung kosong tanpa cerita
mengikat perasaan tanpa logika
biarkanku melangkah
tepis semua perasaan
karena bentangku dan-mu
memisahkan tengadah dan tunduk

Rabu, 24 Mei 2017

Bulan kembali tersenyum
di antara hembus angin
yang sama sepertimu
datang dan pergi tanpa permisi
kau tahu
sesungguhnya aku lelah
senyummu mengajakku berdebar lebih cepat
semangatmu mengajakku berlari lebih jauh
tapi
yang membuatku lebih lelah
Tuhanmu mengajakku untuk berpikir lebih dalam
Kiblatmu mengajakku untuk merasa lebih rasional
dan
perasaanku mengajakku untuk berhenti

Hari Air, 2017/05/24 00.20

Rabu, 05 April 2017

udah bukan lagi mau nulis sok puitis puitis baik dipikirkan baik baik maupun ga. I just cant hold this feeling. aku ga benci. sangat amat berusaha ga benci. apalagi temen. apalagi sahabat? ga, aku gaakan semudah itu membiarkan ini berakhir atau apalah karena kerikil. ga, aku berusaha buat ga. tapi apa sekarang? bukan cuma tentang hati. tentang masa depanku juga gini? apa kurang cukup dibuat sakit hati karena perasaan? apa masih mau bikin sakit hati karena ngerusak masa depan? ini udah mengancam tolong, and you make it worse. ya masih ada peluang sih buat ga terjadi. tapi tolongggggggg, woyyyyyy bisa ga sekali kali jaga perasaanku? apa aku harus mengalah? oke, aku udah mati-matian mencoba mengalah untuk diriku sendiri, beribu ribu kali bahkan, tapi ini udah menjadi salah di depan orang lain. ini udah nyangkut masa depan orang lain juga. dan aku yang jadi salah juga dimatanya. tolong woyyyyyyy
pernahkah kau dengar cerita
siang merindukan malam
langit merindukan lautan
hitam merindukan putih
terang merindukan gelap

tidak,
siang akan selalu terhalang sore
malam akan selalu terhalang pagi
langit akan selalu terhalang horizon
hitam akan selalu terhalang abu-abu
terang akan selalu terhalang remang

itulah mengapa merindukanmu adalah hal yang tidak mungkin kulakukan

DS306, Hari Air 2017/04/05

Selasa, 04 April 2017

Semesta bercanda
di antara konflik yang mengada ada
hati dan rasa
benci dan asmara
kuteramat ingin mengemban rasa
namun ada yang menampik untuk membencinya
ya pada akhirnya kubenci mencintaimu

Selasa, 28 Maret 2017

ceritaku masih sama sejak dirimu pergi
angin siang hari yang menusuk tulang
ranting kering menjulang menjemput kuncup
rintik berganti terang
pendingin jadi penghangat
namun yang terpenting
hatiku masih sama sejak dirimu pergi
tahukah kamu kuselalu menunggu hari ketika kau berkata padaku
bahwa aku kan baik saja
di sana
tahukah kamu kuselalu menunggu hari ketika kau berkata padaku
bahwa aku kan kau nantikan
di sini
tahukah kamu kuselalu menunggu hari ketika kau menanyakan
kabarku
dari sana
tahukah kamu kuselalu menunggu hari ketika dengan mudahnya aku melanjutkan
percakapan kita
dari sini

DS306-火曜日 2017/03/28

Jumat, 24 Maret 2017

cerita lain dari hembusan pendingin udara
lucunya ia tak dingin lagi
hembus hangatnya melingkupi kami yang sekarang kedinginan
ya kami, sebuah raga dan perasaan
kini jarak dan waktunya berbeda, namun raga, perasaan, dan sifatnya masih sama
bodoh
ia masih bodoh
bisakah sekali saja
kumohon
bodoh
tak berguna
ia kira bisa pergi
namun jarakpun tak mengajaknya untuk pergi
namun waktupun tak menyuruhnya untuk sendiri

Haha, merasa bodoh. Memperumit keadaan sendiri. Bodoh sukanya mempersulit diri sendiri. Tapi bagaimana? perasaan menang. haruskah kukutuk diriku yang feeling ini dan berusaha keras menjadi thinking. menurutku lebih buruk dari jadi bodoh. membohongi diri sendiri. semakin bodoh. Ia disana. entah bersama aspeknya. atau entah bersama waw nya. hahaha. ingin tertawa di atas kesedihan diri sendiri. kadang memang fantasi sendiri yang terlalu menjadikan terjebak dalam kenyataan kelam. ah aku bingung harus apa. semoga mesin waktu 2 jam di sana dimanfaatkan dengan baik ya!

DS306, 金曜日 2017/03/24
yang berharap bisa kembali ke 2 jam yang lalu, bersamamu

Selasa, 07 Maret 2017

Desir tak berakhir
mengalir
Tolong dengarkan aku
Apa sepi yang memaksa mengisi
Apa sendiri memang ambisi
Aku terengkuh pada bumi
tak bisa apa lagi
Apa memang tak berguna
Apa memang tak perlu ada
Tolong pergi
Hingga akhirnya aku ingin sendiri
tolong pergi
karena hanya menggores hati
tolong pergi
jika memang tidak berniat mengisi

Kamis, 02 Maret 2017

langit bercerita diantara hembus debu tak berwarna yang menyamarkan
mata
desah sana sini terdengar dari satu getaran yang sama
ah kubenci
apa harus terus begini
samar cerita turun dari langit bersama tetes air yang menyebar bau
semerbak
lagi lagi kumasih benci
apa terus terusan hidup ada untuk menyendiri
mengelabui perasaan oleh pikiran yang tak tau diri
sampai kapan seperti ini
bahkan yang terikat hati pun tak memikirkan teman sendiri
ah apa hidup harus seperti ini
cerita hariku sudah banyak
dan selalu saja berakhir kalah telak
apa harus mengalah lagi
padahal berusaha mencari kebahagiaan diri
apa harus menyerah secepat ini
padahal hanya tidak ingin sendiri
hmm bukan, semuanya lebih dari ini
hanya saja lagi lagi terturup oleh debu tak berwarna, aroma semerbak, pikiran tak tau diri, dan yang tidak memikirkan teman sendiri.

entah emosi apa yang harus kutuliskan saat ini. Benci, bukan disebut benci. Sedih, hmm tidak juga. Ikhlas, iya tapi tidak. Mencoba mengalah, sampai kapan terus mengalah, dan dengan orang yang sama? apa sebanding itukah sehingga selalu bisa dipersaingkan? perbandingan hanya dapat dilakukan pada hal yang memiliki kesamaan dan tidak ada manusia yang sama. pada akhirnya aku masih percaya kalau aku dan nya tak bisa disandingkan. lantas mengapa selalu....dia? beralih darinya yang (dipandang) sempurna, huft mengatakan dipandangpun aku tak kuasa. entah kecamuk pikiran yang ingin mengiyakan kesempurnaannya namun ada saja sudut yang mengusik untuk berkata tak ada yang sempurna. alihan ini tertuju pada sakit hati yang tidak terlupakan. easy to forgive but not to forget huh? hahaha bahkan bisa tertawa diatas penderitaan sendiri. bukan, mungkin bukan menertawakan tp mencoba menghibur diri sendiri karena sudah terlalu sering menghibur diri oleh diri sendiri.