Jumat, 25 Maret 2022

Good

Semalem komunikasiku sama diaa aman banget. Banyak ketawanya, no judging, no drama, no sedih sakit hati dll. Alhamdulillah banget. Bisa 2 jam juga. Semoga besok2 baik baik gini terus Aamiin, makasih ya Allah

Selasa, 22 Maret 2022

 Coba yg seneng2 juga diceritain. Biar tau grafik seneng sedihnya hubungan ini kayak apa

Buang buang waktu

Berubah dan mengubah adalah hak prerogatif Tuhan. Aku bisa apa? Aku gatau akan ada perubahan itu atau ga, gatau mau ditunggu sampai kapan juga kan?

Aku memang seharusnya berhenti meminta dia untuk berubah. Dia bahkan udah protes untuk ga disangkutpautkan dengan perubahan. Ntah akunya yg takut dengan ketidakpastian, atau aku terlalu egois, atau ada hal yang lain aku pun gatau pasti.

Hubungan yang dipenuhi ketakutan gabaik sih, apakah hubunganku dipenuhi ketakutan? Gampangnya sih aku memang agak takut dengan ketidakpastian hubungan ini. Tapi bukannya semua hubungan bisa tidak pasti kan? Yg sesama muslim juga bisa gajadi nikah? Ya ini alasannya sebenernya udah ada di depan mata sih. Kalo kata gigi kita siap nerima kondisi pasangan kita yg sekarang ga? Gausah muluk2 dia berubah a b c, sekarang aja diterima ga? Kalo ga diterima yaudah gausah, buang2 waktu :")

Rabu, 09 Maret 2022

Menerima atau berhenti

Kamu terima sifatnya ga?

Gatau, kadang dia "aneh" menurutku. Kadang dia terlalu perasa/sensitif, kadang dia terlalu takut, kadang dia percaya diri, dan lainnya.

Aku masih belum tau apa yg telah ia lalui dan membentuknya seperti ini.

Ada beberapa hal yang mungkin memang trauma masa lalunya, namun ada keskeptisanku yg ia memang suka agak overthinking.

Namun pertanyaan yg lebih penting dari apa sebabnya adalah apakah aku bisa menerimanya?

Apakah keanehannya tertutupi rasa sayangmu? Tertutupi berbagai perasaan nyaman yg ia tawarkan?

Apakah bisa diterima chin?

Gatau, aku gatau. Apa ini memang bahan pertimbangan apakah aku menerima dia secara personality? Apakah memang tanda berhenti?