Selasa, 25 September 2018

Eiffel, I'm in LOVE


I am deciding to be right here, in front of my PC, typing about my 'Eiffel I'm in Love' journey because everything started from that 'term'. On 14th of February, also known as Valentine Days, Indonesia had another drama romantic movie named 'Eiffel I'm in Love 2'. It is the sequel of the first Eiffel I'm in Love, around 15 years ago. The first movie was good, so I decided to watch the second movie, and here I am, stuck in the story and the background itself, Paris and Eiffel tower, my forever favorite. And it drives me to write about my journey in Paris, almost 5 years ago.

So, once upon a time, my mother gave me a news that she will go to Europe for a week to accompany her friend doing research. When I asked where she will go and she said Paris as one of destination, I was sad, EXTREMELY SAD maybe. I could not make it because I had to go to school, it was not holiday. Until one day, there was an announcement said that I had 4 days off from Monday to Thursday because my senior in High School had to do final examination. and the surprising thing is, it is EXACTLY THE SAME as the date that my mother would be in Europe!!!! Long story short, I went to Europe as well.

14th of April 2015, I departed from CGK, Jakarta, Indonesia to DXB, Dubai for transiting, then being continued to CDG, Paris, France.

It was actually quite strange to feel like being in the time machine since I flew to place when the time was earlier than Jakarta. So I might fly for almost 20 hours but It only took around 15 hours from 7 Indonesia Time to 10 France Time.

Around 10 p.m, We were safely arrived at Charles De Gaulle Airport!!!!!

Our hotel was in the suburb, so we actually spent some times to reach the hotel. From my current research, 5 minutes ago, it is 20 minutes away from Paris. We arrived at the hotel around 11.30 p.m and the funny thing was we locked outside because it was already midnight and there is rule that staff should not easily open the door at midnight. 15 minutes we got freezing because of the wind and praise the Lord, we can get warmer inside.
​​
The next morning, we planned to go to Paris to shop or just do window shopping at the most famous shopping street in the world, Champs-Élysées. Because we would spent time on Paris and it took 20 minutes to go there, so we got out from hotel earlier around 9 a.m. Actually having hotel away from city center did not matter for me because I like looking around and discovering new thing, and it gave me time to wonder and wander.

20 minutes had passed and we were welcomed by Paris traffic jam, but It was OK for me because Arc de triomphe was in front of my eyes!!!!!! This street was Champs-Élysées, anyway. 

Arc de triomphe is French which has meaning 'The Gate of Victory'. The French Emperor, Napoleon, requested this gate to honor the Grande Armee, the name of French Army who had conquer most of Europe. This site is incredibly amazing with 'not-so' white color, detail sculptures, and so on.

While moving to the next stop, suddenly the tour guide said that "Look at the left, there is......"

 EIFFEL TOWER!!!!!!!!


 (to be continued...)


Kamis, 30 Agustus 2018

Lambat laun aku bersyukur mengenalnya
Mengajarkanku arti kerja keras, rasa bersyukur dan yang pasti percaya dan selalu mengingat Tuhan
meski Tuhan kita berbeda

Rabu, 29 Agustus 2018

rasa damai dan senyum yang tersungging di bibirku sirna, ketika ada rasa yang menarikku menjauhi apa yang kusebut tenang. ya, perasaan yang kugadang-gadangkan saat ini menjadi sesuatu yang entah, sulit kudeskripsikan hanya saja menimbulkan ketidaktenangan. bagai spektrum dengan nilai 10 untuk tenang dan 0 untuk tidak tenang, aku merasa berada di titik 0. minus bahkan.

hingga saat ini aku tak tahu ini apa, hanya sekarang aku membencinya. aku menepis tak mungkin menjangkaunya secara fisik maupun .... rohani?

aku tak tau apa yang aku pikirkan. apa benar aku jatuh cinta pada sosok yang sudah jelas jauh secara fisik dan segala-gala gala galanya. atau ini tidak sampai tahap jatuh cinta karena rasionalisasiku masih ada?

jika benar aku jatuh cinta, bagaimana bisa? fisiknya? imannya? ya, ia beriman untuk Tuhan yang berbeda. sudah cukup kan justifikasi untuk tidak melanjutkannya?

baik, aku sadar sepertinya aku benar jatuh cinta. dan overthinking-ku memperburuk keadaan, karena aku merasa perasaan yang tidak timbul di suatu momen yang pantas untuk timbul pasti bukan suatu kebetulan

Sadar, baru saja kau bilang tentang hidup dengan ekspektasi rendah karena yang membuat sakit hati adalah ekspektasi. So just live that way, sist.
aku akan mengawalinya dengan sebutan ketenangan, sehingga ketika nantinya aku kembali membaca, aku dapat mengingat dengan jelas rasa yang aku rasakan saat ini.

Ada rasa yang muncul entah
dari mana
tak ada sua
hanya...
ada
dan langsung menyapa

Kutahu tak mungkin bisa
namun tetap saja...
entah mengapa,
ada ketenangan yang ia bawa
dan jatuh
tepat di sana

perasaan ini bodoh
namun aku suka
mengenalpun tak mungkin kurasa
yang kutahu seperti ada titipan darinya
untuk kujaga dengan selalu bahagia

Saat Asian Games Bulutangkis
26 Agustus 2018


Seuntai kata yang aku tuliskan untuk menggambarkan perasaan tidak jelas yang aku rasakan. Aku pernah melihatnya, namun entah apa rasa yang kemudian datang, berbeda. Pun saat 'kemudian' aku melihatnya, tidak ada suatu yang spesial dari dirinya. Tidak sedang memenangkannya. atau apapun yang membuat kharismanya ada. Yang kutahu hanya ada ketenangan saat kumelihatnya. Aku jadi berpikir, mengapa rasa tenang ini tak muncul ketika aku pertama kali melihatnya? apakah ada suatu pertanda?

Selasa, 07 Agustus 2018

sebuah perasaan rindu yang menyelinap
namun dia tidak sendu
namun tidak juga meragu

perasaan yang menyusup
anehnya, memberikan ketenangan
walau dengan lantang diteriaknya
aku rindu

semua bermula dari ketertarikan pada suatu kisah. mengantarkanku pada rupa-rupa yang kukagumi. hingga menuntunku pada kilas balik sebuah rasa kagum. yang imajiner. yang tidak nyata.

sehari kubiarkan perasaan ini ada. hingga akhirnya. tarikan imajiku semakin dalam. membawa ingatanku pada suatu yang lebih nyata. dan benar saja. rinduku masih terpanggil untuknya. walau kadang ada kadang tidak.

Rabu, 01 Agustus 2018

Hari ini tepat seminggu menjelang hari yg mengajarkanku bahwa manusia memang hanya tempatnya berencana Tuhan yang menentukan.
Perjalanan 6 bulan lalu mengajarkanku pada letih, tangis, kerja keras, dan tak apa yang penting ikhlas. Termasuk untuk sebuah harapan yang dicapai sebelum usia 21... Yah sudahlah, apapun yang terbaik yang Tuhan berikan. Aku terima. Aku sayang Tuhan.

Senin, 30 Juli 2018

Berada di suatu titik aku mengucapkan kata "maaf" but I did not really mean it anyway wqwq
I am the only one who deserve my own apology WQWQWQWQ

Sabtu, 21 Juli 2018

Hari ini teman temanku diwisuda
Kemarin malam, adalah momen bersenang senang kami sebagai angkatan untuk yg terakhir kalinya
Namun anehnya, untuk seorang yg sangat mudah tersentuh hatinya, aku tidak menitikkan air mata
Aku juga tidak mengerti
Entah hormon hormonku sedang tidak dapat menghantarkan emosi sedih dengan baik
Atau sebenarnya lebih dari itu?
Apa aku yang sudah menyadari bahwa hidup memang tempatnya datang dan pergi
Atau aku yang merasa mereka tidak akan benar benar pergi karena della, bintang, ami, dian, cece bahkan mama dan teman teman kuliahnya masih saja suka bertemu meski memang harus menunggu misal setahun sekali, namun toh tidak benar benar berpisah bukan?
Namun tetap, aku tidak bisa menyimpulkan mengapa aku tidak sesedih itu...

Selasa, 17 Juli 2018

Titik sedihku menerpa
Di antara harapan sia sia
Perih
Namun apa daya
Tak ada yang bisa kupilih
Sabar dan Sholat jawabannya katanya
Kucoba sabar, namun apa
Kusudah Sholat, ketenangan sekejap menyapa
Namun hilang lagi
Sirna
Bisa apa
...
Kalaku bersungguh mengingatNya
Kuakui kutenang
Tak selang lama
Sedihku kembali ada
Harus berapa lama selalu menerima
Aku lelah
Tuhan
Tolong aku
Mudahkanlah
Kalau tidak mudah
Kuatkanlah

Jumat, 18 Mei 2018

biasanya aku diam
ketika mereka bicara tentang ini
karena aku tak paham
dan mungkin tak akan pernah mengerti
sampai akhirnya aku sadar
haruskah kucoba menyandar?
aku tak menyalahkan
tapi tak mau mengiyakan
semua terjadi karena alasan
bukan?

aku harus menahan, karena kalau tidak
aku pasti sakit
karena semua tak pasti
hanya sesosok yang mabuk akan impiannya
yang tak nyata dan berbukti apa-apa

pintaku selalu
untuk dimudahkan bila ini memang jalan
atau segera menunjukkan, dan membantu melupakan

gaduh pikirku
racau gejolakku
aku benci, kau tau?



Rabu, 16 Mei 2018

Today's lessons
1. Telling your misery over and over again makes the scars last longer.
2. Connecting reality with your nonsense imagination is just making fool of yourself.

Senin, 12 Maret 2018

I got new quotes

Travel far enough to find who I really am